Selasa, 03 September 2013

Ary Ginanjar - 13 Tahun Perjalanan ESQ

Ary Ginanjar | Zaman terus berubah, tantangan dan tuntutan yang dihadapi oleh organisasi dan perusahaan semakin kompleks dan terus berubah. Semua tidak lagi sama seperti dulu. Tekanan persaingan, beragam aturan baru yang muncul, tingkat kepuasan pelanggan yang semakin ingin ditingkatkan, serta pertumbuhan teknologi yang sangat cepat memaksa kita dan organisasi untuk terus-menerus melakukan perubahan. Jika tidak berubah maka organisasi akan mati dan usaha tidak akan berjalan.

ary ginanjar


Anda mungkin masih ingat dengan merk Kodak, Compaq, Xerox, Holden, Odol dan Bouraq. Merk-merk tersebut dulu sangat terkenal, namun sekarang namanya meredup dan mati, karena sudah tidak sanggup menjawab tantangan zaman. Tentunya kita tidak ingin hal ini terjadi pada perusahaan kita. Untuk masalah ini Ary Ginanjar memiliki jawabannya.


Matinya merk-merk terkenal tersebut disebabkan dari dua faktor penyebab, yaitu lambat melakukan transformasi dan keliru melakukan transformasi. Organisasi perusahaan banyaknya hanya terfokus pada transformasi sistem yang mencakup struktur, manajemen dan strategi bisnis, serta melupakan transformasi budaya yang berisi nilai dan keyakinan. Sehingga tidak ada semangat dan untuk ruh mencapai hasil maksimal di dalam organisasi perusahaan tersebut. Disinilah ESQ Ary Ginanjar hadir memberi solusi, untuk menyelaraskan perbaikan sistem dan budaya sekaligus, agar didapat perubahan yang sempurna dan tidak timpang.

Ary Ginanjar sadar bahwa transformasi budaya perusahaan adalah sebuah upaya untuk menanamkan misi, visi dan nilai perusahaan sehingga terinternalisasi dalam diri seluruh unsur organisasi atau perusahaan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pfefer (1995) menunjukkan bahwa pertumbuhan dan financial return karena transformasi budaya perusahaan dapat mencapai ribuan persen, sangat efektif!

Munculnya kesadaran ini tumbuh bukan dari hal-hal toritis tapi lebih ke pengalaman empiris, dirasakan dan dialami langsung oleh Ary Ginanjar.

ESQ pun terus bertransformasi, setelah menyebar konsep melalui buku, ESQ bertransformasi menjadi suatu konsep pelatihan pengembangan SDM, Pelatihan ini berkembang sangat pesat. Karena respon masyarakat sangat bagus terhadap pelatihan yang melakukan pendekatan penyadaran spiritual dengan menggunakan alat bantu High Tech sepertiLaptop, multimedia dan sound system yang bagus.

Pada masa ini pelatihan ESQ Ary Ginanjar sangat diminati dan berkembang sangat pesat. Peserta pelatihan pribadi dan korporasi terus berdatangan tanpa perlu melakukan usaha marketing yang terlalu berat. Karena ESQ saat itu dirasa cukup memuaskan para peserta yang pada akhirnya menimbulkan efek viral yang bagus. Karena pada akhirnya para alumninyalah yang mempromosikan pada kolega dan keluarganya bahkan ada yang membayarkan biaya investasinya.

Dengan perkembangan tersebut, ESQ pun tumbuh dan menyerap banyak karyawan, melakukan penambahan investasi pada peralatan pendukung dan juga mulai membangun menara 165, yang digunakan sebagai pusat pembangunan karakter dan simbol kebangkitan moral bangsa.

Namun perjalanan tidak selamanya mulus, ESQ pun pernah mengalami keterpurukan karena, munculnya training-training sejenis, tapi akhirnya dengan melakukan transformasi, ESQ kembali menemukan jalannya untuk dapat terus memberi sumbangsih bagi bangsa ini.

Dan akhirnya ESQ yang diusung oleh Ary Ginanjar ini berkembang menjadi seperti saat ini. ESQ berkembang menjadi pelatihan sumber daya manusia yang lengkap untuk individu dan korporat. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar